Sabtu, April 06, 2019

Bernegosiasi dengan anak

Sebagai ibu dengan dua anak balita tanpa asisten rumah tangga, stok sabar harus selalu tersedia. Membutuhkan trik-trik khusus agar tidak mudah terpancing emosi dalam keadaan tertentu, salah satunya saat anak-anak berebut mainan.  Biasanya hal tersebut diakali dengan membeli dua mainan yang sama, dengan warna sama atau berbeda. Namun untuk mainan tertentu, kadang cuma dibeli satu aja karena harganya mahal.
Suatu malam, adek merebut mainan mobil-mobilan kakak yang berwarna hijau padahal ia sudah punya yang warna pink. Jika tidak segera ditengahi, biasanya adegan itu akan diakhiri dengan teriakan lalu disusul tangisan keduanya.🤣
Mama pun berusaha meredam kekacauan itu. 
👧 : Dedek, itu kan mobil mbak. Dedek kan udah punya sendiri yang warna pink itu. 
👶 : Ga mauuu, mo mirip mbak!!
👧 : sama dek, coba deh liat bentuknya.
👶 : Ga mauuu 
(mulai menarik mobil milik kakaknya)
👧 : Yaudah, tunggu sebentar yaa. Mbak mainin dulu mobil-mobilannya, habis itu dedek nanti pinjem punya mba. Boleh kan mbak? 
👩 : boleh kok dek, bentar yaa
(Belum ada 5 menit, si kakak meminjamkan mobil hijaunya kepada adek)

Alhamdulillah.
Semoga selalu akur ya mbak dan dedek 😘😘

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melatih Kemandirian Anak - Day 4

Masih melanjutkan cerita melatih Toilet Training Medina. Kondisi saya sebagai working mom sedikit banyak berpengaruh pada proses Toilet T...