Rabu, April 03, 2019
Memberi Kritikan yang Produktif
"Astagfirulloh mbak Dinda...!"
Terdengar suara teriakan nenek dari dalam rumah disertai bunyi keras seperti benda terjatuh.
Buru-buru saya masuk ke dalam rumah karena saat itu posisi sedang menyuapi si bungsu di taman belakang.
Tangis Dinda pun langsung pecah. Tangis heboh, seperti biasa ketika ia terluka. Ternyata ia jatuh, dari kursi. Langsung kugendong Dinda ke dalam kamar karena saat itu neneknya masih terus menyalahkannya karena ia kurang hati-hati.
Mengaplikasikan salah satu materi komunikasi produktif pada anak, yaitu kritikan produktif, saya mencoba untuk tidak langsung menyalahkannya. Saya pun memeluknya, sambil terus menhiburnya. Setelah tangisnya sedikit mereda saya pun menanyakan apa yang terjadi saat itu. Ternyata ia iseng duduk di sandaran kursi, dan hilang keseimbangan.
M : Mbak, tadi sedang asyik main kursi ya?
D : Iya,, (masih sesenggukan)
M : Tapi kok tadi bisa jatuh, mananya yang sakit?
D : Kepala bagian belakang (sambil menunjuk bagian kepalanya yg sakit), tadi duduk di belakangnya (re: sandaran kursi)
M : Oo gitu, mbak penasaran ya tadi . Coba-coba duduk di situ?
D : (mengangguk)
M : Ya udah, lain kali hati-hati yaa. Soalnya kalau mbak duduk di sandaran, kursinya jadi ga seimbang. Nanti mbak kalau mau duduk, duduk di dudukannya aja yaa...
D : iyaa (tangisnya pun mulai mereda)
Mungkin anak-anak memang salah, namun kita perlu kiat khusus untuk tidak langsung mengkritik/menyalahkannya. Saya pun masih terus belajar mengaplikasikannya.
#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Melatih Kemandirian Anak - Day 4
Masih melanjutkan cerita melatih Toilet Training Medina. Kondisi saya sebagai working mom sedikit banyak berpengaruh pada proses Toilet T...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar