Senin, April 01, 2019
Menuju WWL
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS Luqman [31]: 14).
Alhamdulillah hingga usia si bungsu 25 bulan, Medina masih belum lepas dari ASI. Namun, bertolak belakang dengan teori yang mengatakan bahwa setelah usia dua tahun frekuensi menyusui balita akan berkurang, setiap malam Medina masih terbangun beberapa kali untuk menyusu. Program Weaning With Love (WWL) pun masih belum berhasil.
Seperti biasa, sepulang saya dari kantor, Medina langsung merajuk dan merengek minta segera disusui. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit sebelum akhirnya ia ikhlas menyudahi proses menyusui itu dan membolehkan mamanya untuk sholat Maghrib.
Malam itu saya mencoba melakukan komunikasi produktif dengan si Adek.
M : Dedek, nanti nenennya sebentar aja yaa. Mama kan mau sholat dulu.
A : (geleng-geleng)
M : Nanti kita main yang lain aja, masak-masakan mau?
A : (geleng-geleng)
M : Yaudah mama setel alarm ya, kalo udah bunyi berarti nenennya udah yaa
A : (geleng-geleng)
M : Nanti kalau alarmnya bunyi, kita main aja yuk. Dedek mau main apa? Masak-masakan atau mobil-mobilan?
A : Macak-macakan aja
M : Okeeey...
Alhamdulillah, berhasil!
Lima menit kemudian alarm HP berbunyi, ia pun langsung merangsek turun dari kasur dan menuju ruang tamu tempat mainan masak-masakannya berada. Mamapun bisa meninggalkannya sejenak untuk menunaikan sholat Maghrib.
#hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Melatih Kemandirian Anak - Day 4
Masih melanjutkan cerita melatih Toilet Training Medina. Kondisi saya sebagai working mom sedikit banyak berpengaruh pada proses Toilet T...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar