Selasa, April 30, 2019
Melatih Kemandirian Anak - Day 4
Masih melanjutkan cerita melatih Toilet Training Medina. Kondisi saya sebagai working mom sedikit banyak berpengaruh pada proses Toilet Training ini. Saya hanya bisa melatih Medina saat pagi sebelum saya berangkat kantor, dan malamnya saat saya pulang dari kantor. Jujur belum tega meminta neneknya -yang menjaga Medina saat saya bekerja- untuk melatih Medina BAK di toilet. Dengan keterbatasan itu, saya pun harus menerima jika proses Toilet Training ini akan 100% berhasil. Paling tidak saya dan Medina telah berusaha.
Update perkembangan sampai hari ini, Medina sudah meminta untuk BAK sebelum tidur malam. Yang masih menjadi PR adalah memintanya BAB di toilet. Ia memang sudah memberitahukan sebelum BAB, namun masih bergeming ketika diajak ke toilet. Rencana berikutnya saya berencana membeli buku yang menceritakan tentang Toilet Trainingg, sehingga membuat adek lebih tertarik lagi selama menjalani latihan kemandirian ini.
#hari4
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang @institut.ibu.profesional
Senin, April 29, 2019
Melatih Kemandirian Anak - Day 3
Sabtu Minggu ini merupakan weekend yang ditunggu anak-anak, karena kami sekeluarga (13 orang) akan berlibur ke Bandung. Agenda liburan ini sedikit banyak berpengaruh pada agenda melatih kemandirian anak.
Kami berencana untuk berangkat pagi-pagi dengan tujuan menghindari kemacetan. Medina terbangun sekitar pukul 05.20 WIB. Mama pun meminta adek untuk pipis terlebih dahulu, karena mama lihat diapernya masih kering. Alhamdulillah berhasil.
Dalam perjalanan ke Bandung, sekitar jam 09.00 WIB kami mampir ke Rest Area untuk beristirahat sebentar. Mama pun mengajak si Kakak untuk ke toilet dulu, si adek pun berinisiatif untuk ikut ke toilet bersama kakaknya sebelum mama memintanya ikut.
Siangnya kami mampir ke Dusun Bambu di Lembang untuk makan siang, Medina juga meminta kembali ke toilet. Alhamdulillah walaupun liburan, toilet training pun masih bisa diagendakan walaupun tidak full seharian
#hari3
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang @institut.ibu.profesional
Jumat, April 26, 2019
Melatih Kemandirian Anak - Day 2
Melanjutkan cerita Toilet Training si Adek.
Misi kali ini membiasakan pipis dulu sebelum tidur.
Sekitar jam 19.30, saya mengajak Medina ke toilet. Setelah ditunggu beberapa lama Medina belum pipis juga, malah main air 😅. Yasudah ditunda dulu, mungkin memang belum saatnya.
Lalu satu jam berikutnya saya ajak lagi ke toilet, sekalian gosok gigi karena sudah mendekati jam tidur. Namun ditunggu sekian lama belum mau pipis juga. 😂
Belum menemukan cara untuk membujuk Medina untuk pipis saat di ajak ke toilet 🤔
Besok dicoba lagi. Tetap konsisten. Semangat 💪
#hari2
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang @institut.ibu.profesional
Misi kali ini membiasakan pipis dulu sebelum tidur.
Sekitar jam 19.30, saya mengajak Medina ke toilet. Setelah ditunggu beberapa lama Medina belum pipis juga, malah main air 😅. Yasudah ditunda dulu, mungkin memang belum saatnya.
Lalu satu jam berikutnya saya ajak lagi ke toilet, sekalian gosok gigi karena sudah mendekati jam tidur. Namun ditunggu sekian lama belum mau pipis juga. 😂
Belum menemukan cara untuk membujuk Medina untuk pipis saat di ajak ke toilet 🤔
Besok dicoba lagi. Tetap konsisten. Semangat 💪
#hari2
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang @institut.ibu.profesional
Melatih Kemandirian - Day 1
Usia si adek sudah 2 tahun 2 bulan hari ini. Sampe sekarang masih belum
berhasil Toilet Training. Sudah pernah mencoba melatihnya, namun belum
konsisten. Mulai hari ini insya Allah lebih disiplin melatih anak untuk
Toilet Training.
Pagi ini Medina bangun sekitar jam 06.30 pagi. Saya langsung cek diapernya, masih kosong. Maka buru-buru saya mengajaknya untuk pipis dulu. Mungkin karena masih agak mengantuk, jadi agak berontak sedikit saat diajak pergi ke toilet. Karena waktu sudah hampir jam 7 (waktunya saya berangkat ke kantor), maka si adek pun saya gendong aja ke belakang
Alhamdulillah berhasil pipis, mungkin karena sudah semalaman tidak pipis jadi tidak membutuhkan waktu lama.
Malamnya dicoba lagi, sebelum tidur. Medina berinisiatif melepas diaper dan celananya sedikit, hanya dibantu mama sedikit. Diapernya ternyata sudah terisi (telat
). Alhasil saat di toilet ditunggu beberapa menit, tidak berhasil pipis. Gapapa, besok dicoba lagi ya Dek 
Pagi ini Medina bangun sekitar jam 06.30 pagi. Saya langsung cek diapernya, masih kosong. Maka buru-buru saya mengajaknya untuk pipis dulu. Mungkin karena masih agak mengantuk, jadi agak berontak sedikit saat diajak pergi ke toilet. Karena waktu sudah hampir jam 7 (waktunya saya berangkat ke kantor), maka si adek pun saya gendong aja ke belakang
Alhamdulillah berhasil pipis, mungkin karena sudah semalaman tidak pipis jadi tidak membutuhkan waktu lama.
Malamnya dicoba lagi, sebelum tidur. Medina berinisiatif melepas diaper dan celananya sedikit, hanya dibantu mama sedikit. Diapernya ternyata sudah terisi (telat
#hari1
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang @institut.ibu.profesional
Sabtu, April 20, 2019
Aliran Rasa - Game Level 1
Alhamdulillah, berhasil melewati game level 1, Komunikasi Produktif, walaupun dengan beberapa kali rapel hari.
Dengan membaca teori dan langsung mempraktekkan strategi-strategi komunikasi produktif secara kontinu kepada anak-anak, membuat efek yang positif kepada kedua belah pihak, baik anak maupun orangtua. Anak-anak menjadi lebih mudah menurut, dan orangtua pun menjadi lebih jarang menyalurkan emosinya kepada anak-anak alias marah-marah 🤣
Semoga akan terus istiqomah menjalankan komprod pada anak-anak maupun suami, dan di game level ke-2 nanti saya juga dapat menyelesaikannya secara baik.
Dengan membaca teori dan langsung mempraktekkan strategi-strategi komunikasi produktif secara kontinu kepada anak-anak, membuat efek yang positif kepada kedua belah pihak, baik anak maupun orangtua. Anak-anak menjadi lebih mudah menurut, dan orangtua pun menjadi lebih jarang menyalurkan emosinya kepada anak-anak alias marah-marah 🤣
Semoga akan terus istiqomah menjalankan komprod pada anak-anak maupun suami, dan di game level ke-2 nanti saya juga dapat menyelesaikannya secara baik.
Sabtu, April 06, 2019
Kamu pasti BISA, dek!
Belakangan ini, si bungsu Medina sedang getol berlatih sepeda roda tiga. Jika sebelumnya ia lebih senang menjalankan sepeda dengan menjejakkan kakinya ke tanah,sekarang ia berusaha menggerakan sepeda dengan mengayuh pedal.
Suatu siang terjadi obrolan seperti berikut.
👩 : Dedek coba kakinya ditaruh dipedal ya, terus kayuh-kayuh
(Sambil membantu meletakkan kakinya di pedal)
👶 : ga bisa mama (sambil tersenyum meledek)
👩 : coba dulu ya, dedek pasti bisa.
👶 : (mencoba mengayuh sepeda, tapi malah mundur 🤣)
👩 : gapapa, coba lagi ya. Mama bantuin dorong sedikit
👶 : (mencoba lagi, berhasil sebentar, lalu kembali menjejakkan kakinya untuk membantu mendorong sepeda ke depan)
👩 : wah udah bisa tuh, dedek hebat! Kalo belajar lagi, pasti lama-lama bisa.
Sesuai dengan kaidah komunikasi produktif kepada anak, kata BISA akan membukakan jalan otak untuk mencari faktor-faktor penyebab bisa tersebut, pada akhirnya kita BISA nenjalankannya.
Semangat ya, dek!😁
#hari10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Suatu siang terjadi obrolan seperti berikut.
👩 : Dedek coba kakinya ditaruh dipedal ya, terus kayuh-kayuh
(Sambil membantu meletakkan kakinya di pedal)
👶 : ga bisa mama (sambil tersenyum meledek)
👩 : coba dulu ya, dedek pasti bisa.
👶 : (mencoba mengayuh sepeda, tapi malah mundur 🤣)
👩 : gapapa, coba lagi ya. Mama bantuin dorong sedikit
👶 : (mencoba lagi, berhasil sebentar, lalu kembali menjejakkan kakinya untuk membantu mendorong sepeda ke depan)
👩 : wah udah bisa tuh, dedek hebat! Kalo belajar lagi, pasti lama-lama bisa.
Sesuai dengan kaidah komunikasi produktif kepada anak, kata BISA akan membukakan jalan otak untuk mencari faktor-faktor penyebab bisa tersebut, pada akhirnya kita BISA nenjalankannya.
Semangat ya, dek!😁
#hari10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Menunjukkan empati kepada anak
Sejak disapih, tepatnya saat usianya menginjak 28 bulan, si kakak seringkali menderita sembelit. Selain dikarenakan susah diminta mengonsumsi sayur dan buah, kakak juga susah sekali minum air putih. Jika tidak diingatkan untuk minum air putih, seharian ia bisa tahan hanya minum segelas air putih saja.
Akhir-akhir ini, Dinda seringkali kambuh sembelitnya. Bahkan kemarin hampir seminggu ia belum pup juga. Mamanya pun mulai khawatir. Menerapakan salah satu poin komunikasi produktif, yaitu memberikan kalimat yang menunjukkan empati terjadi obrolan sebagai berikut.
👩 : Mbak Dinda, perurnya keras banget ya ini. Sakit ga sayang?
👧 : Klo ga dipegang engga sakit, tp kalo dipegang (re: agak ditekan) sakitt
👩 : oh gituu, pasti ga enak ya rasanya (menampilkan muka sedih)
👧 : iya
👩 : mba tadi makannya sedikit, karena perutnya ga enak ya?
👧 : (mengangguk)
👩 : Yaudah gpp, nanti mbak minum lagi yang banyak yaa. Kayanya tadi baru sedikit (sambil memberikan botol minum kepada dinda)
Nanti, kalo perutnya udah enakan mba mau makan sayur ya, mama potongin kecil-kecil deh biar mbak gampang kunyahnya.
👧 : Iya ma, nanti mbak minum yang banyak mirip dedek. Nanti malem peres jeruk juga ya Mama.
👩 : Oke.
Alhamdulillah, semoga cepet sembuh ya nak sembelitnya
#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Akhir-akhir ini, Dinda seringkali kambuh sembelitnya. Bahkan kemarin hampir seminggu ia belum pup juga. Mamanya pun mulai khawatir. Menerapakan salah satu poin komunikasi produktif, yaitu memberikan kalimat yang menunjukkan empati terjadi obrolan sebagai berikut.
👩 : Mbak Dinda, perurnya keras banget ya ini. Sakit ga sayang?
👧 : Klo ga dipegang engga sakit, tp kalo dipegang (re: agak ditekan) sakitt
👩 : oh gituu, pasti ga enak ya rasanya (menampilkan muka sedih)
👧 : iya
👩 : mba tadi makannya sedikit, karena perutnya ga enak ya?
👧 : (mengangguk)
👩 : Yaudah gpp, nanti mbak minum lagi yang banyak yaa. Kayanya tadi baru sedikit (sambil memberikan botol minum kepada dinda)
Nanti, kalo perutnya udah enakan mba mau makan sayur ya, mama potongin kecil-kecil deh biar mbak gampang kunyahnya.
👧 : Iya ma, nanti mbak minum yang banyak mirip dedek. Nanti malem peres jeruk juga ya Mama.
👩 : Oke.
Alhamdulillah, semoga cepet sembuh ya nak sembelitnya
#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Bernegosiasi dengan anak
Sebagai ibu dengan dua anak balita tanpa asisten rumah tangga, stok sabar harus selalu tersedia. Membutuhkan trik-trik khusus agar tidak mudah terpancing emosi dalam keadaan tertentu, salah satunya saat anak-anak berebut mainan. Biasanya hal tersebut diakali dengan membeli dua mainan yang sama, dengan warna sama atau berbeda. Namun untuk mainan tertentu, kadang cuma dibeli satu aja karena harganya mahal.
Suatu malam, adek merebut mainan mobil-mobilan kakak yang berwarna hijau padahal ia sudah punya yang warna pink. Jika tidak segera ditengahi, biasanya adegan itu akan diakhiri dengan teriakan lalu disusul tangisan keduanya.🤣
Mama pun berusaha meredam kekacauan itu.
👧 : Dedek, itu kan mobil mbak. Dedek kan udah punya sendiri yang warna pink itu.
👶 : Ga mauuu, mo mirip mbak!!
👧 : sama dek, coba deh liat bentuknya.
👶 : Ga mauuu
(mulai menarik mobil milik kakaknya)
👧 : Yaudah, tunggu sebentar yaa. Mbak mainin dulu mobil-mobilannya, habis itu dedek nanti pinjem punya mba. Boleh kan mbak?
👩 : boleh kok dek, bentar yaa
(Belum ada 5 menit, si kakak meminjamkan mobil hijaunya kepada adek)
Alhamdulillah.
Semoga selalu akur ya mbak dan dedek 😘😘
#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Suatu malam, adek merebut mainan mobil-mobilan kakak yang berwarna hijau padahal ia sudah punya yang warna pink. Jika tidak segera ditengahi, biasanya adegan itu akan diakhiri dengan teriakan lalu disusul tangisan keduanya.🤣
Mama pun berusaha meredam kekacauan itu.
👧 : Dedek, itu kan mobil mbak. Dedek kan udah punya sendiri yang warna pink itu.
👶 : Ga mauuu, mo mirip mbak!!
👧 : sama dek, coba deh liat bentuknya.
👶 : Ga mauuu
(mulai menarik mobil milik kakaknya)
👧 : Yaudah, tunggu sebentar yaa. Mbak mainin dulu mobil-mobilannya, habis itu dedek nanti pinjem punya mba. Boleh kan mbak?
👩 : boleh kok dek, bentar yaa
(Belum ada 5 menit, si kakak meminjamkan mobil hijaunya kepada adek)
Alhamdulillah.
Semoga selalu akur ya mbak dan dedek 😘😘
#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Rabu, April 03, 2019
Memberi Kritikan yang Produktif
"Astagfirulloh mbak Dinda...!"
Terdengar suara teriakan nenek dari dalam rumah disertai bunyi keras seperti benda terjatuh.
Buru-buru saya masuk ke dalam rumah karena saat itu posisi sedang menyuapi si bungsu di taman belakang.
Tangis Dinda pun langsung pecah. Tangis heboh, seperti biasa ketika ia terluka. Ternyata ia jatuh, dari kursi. Langsung kugendong Dinda ke dalam kamar karena saat itu neneknya masih terus menyalahkannya karena ia kurang hati-hati.
Mengaplikasikan salah satu materi komunikasi produktif pada anak, yaitu kritikan produktif, saya mencoba untuk tidak langsung menyalahkannya. Saya pun memeluknya, sambil terus menhiburnya. Setelah tangisnya sedikit mereda saya pun menanyakan apa yang terjadi saat itu. Ternyata ia iseng duduk di sandaran kursi, dan hilang keseimbangan.
M : Mbak, tadi sedang asyik main kursi ya?
D : Iya,, (masih sesenggukan)
M : Tapi kok tadi bisa jatuh, mananya yang sakit?
D : Kepala bagian belakang (sambil menunjuk bagian kepalanya yg sakit), tadi duduk di belakangnya (re: sandaran kursi)
M : Oo gitu, mbak penasaran ya tadi . Coba-coba duduk di situ?
D : (mengangguk)
M : Ya udah, lain kali hati-hati yaa. Soalnya kalau mbak duduk di sandaran, kursinya jadi ga seimbang. Nanti mbak kalau mau duduk, duduk di dudukannya aja yaa...
D : iyaa (tangisnya pun mulai mereda)
Mungkin anak-anak memang salah, namun kita perlu kiat khusus untuk tidak langsung mengkritik/menyalahkannya. Saya pun masih terus belajar mengaplikasikannya.
#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Keep Information Short and Simple (KISS)
Karena usianya yang baru menginjak 25 bulan, Medina, masih belum diberi tanggung jawab seperti kakaknya. Namun, saya mulai mencoba mengajari tanggung jawab kepadanya pelan-pelan.
Salah satu caranya dengan menerapkan kaidah KISS (Keep Information Short and Simple), dengan intonasi dan nada yang ramah tentunya.
👧 : Dedek, baju kotornya tolong taruh ember oranye yaa sayang
👶 : iyaa (mengambil baju kotor, menaruh di ember oranye)
👧 : wahh, pintar sekali yaa dedek udah bisa taruh baju kotor. Terima kasih ya.
Lain waktu, sehabis minum susu di gelas.
👧 : Kalo udah selesai, gelas kotornya taruh di wastafel ya sayang.
👶 : Taruh sini aja! (sambil buru-buru meletakkan gelas kotor di meja makan)
👧 : Yaudah gapapa, makasih yaa.
Karena usianya yang masih tergolong kecil saya menghindari memberikan informasi yang terlalu rumit, beruntun, atau kalimat majemuk.
Sedikit apresisai pun menurut saya perlu diucapkan walaupun untuk hal-hal yang sepele.
#hari6
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Senin, April 01, 2019
Mengendalikan Emosi
Salah satu poin dalam komunikasi produktif adalah mengendalikan emosi. Sudah menjadi rahasia umum kalau membentak anak memiliki efek banyak negatif, bahkan terdapat Pakar mengatakan anak yang sering dibentak oleh orang tua kemungkinan besar akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Menurut saya mengendalikan emosi inilah merupakan PR terberat bagi seorang ibu, apalagi jika usia anak-anak masih balita.
Sejak umur satu tahun si bungsu Medina sudah terlihat mempunyai kemauan yang keras. Kalau ada hal yang tidak sesuai dengan kemauannya, ia akan sedikit tantrum. Semakin besar usianya, semakin sulit mengalihkan perhatiannya jika sudah mulai tantrum.
Akhir-akhir ini, hampir setiap malam menjelang waktu tidur, ia sering menolak memakai baju kembali saat waktunya berganti baju tidur. Ia lebih memilih tidak memakai baju dan celana alias telanjang. Jika dipaksa pun ia akan memberontak, dan berakhir dengan tangisan. Kadang disertai muntah jika tangisan sudah terlampau lama. Adegan muntah ini yang bikin paling sedih karena Medina tergolong anak yang agak susah makan.
Suatu malam, dalam keadaan belum memakai baju..
M : Dedek, pake baju dulu yuk
A : Ga pake baju!!
M : Pake pampers aja deh..
A : Ga mauuu!
M : Kalo pake celana?
A : Enggaaa! (mulai mengamuk)
Mau baca buku aja (mengambil salah satu buku)
Mama berusaha untuk tidak meninggikan suara
M : (mulai membaca buku, mengarang cerita) Pada suatu hari Saliha (nama tokoh dibuku itu) tidak mau memakai baju dan celana, akibatanya ia merasa gatal-gatal karena digigit semut. Sekujur tubuhnya bentol-bentol, dan seterusnya. ....
M : Selesai. Sekarang dedek pakai baju yuk biar ga gatal-gatal seperti Saliha.
A : Iya
Setelah dibacakan buku Medina pun menurut saja saat dipakaian baju kembali.
Semoga jurus ini ampuh saat drama tidak mau pakai baju berulang.
#hari5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Menuju WWL
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS Luqman [31]: 14).
Alhamdulillah hingga usia si bungsu 25 bulan, Medina masih belum lepas dari ASI. Namun, bertolak belakang dengan teori yang mengatakan bahwa setelah usia dua tahun frekuensi menyusui balita akan berkurang, setiap malam Medina masih terbangun beberapa kali untuk menyusu. Program Weaning With Love (WWL) pun masih belum berhasil.
Seperti biasa, sepulang saya dari kantor, Medina langsung merajuk dan merengek minta segera disusui. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit sebelum akhirnya ia ikhlas menyudahi proses menyusui itu dan membolehkan mamanya untuk sholat Maghrib.
Malam itu saya mencoba melakukan komunikasi produktif dengan si Adek.
M : Dedek, nanti nenennya sebentar aja yaa. Mama kan mau sholat dulu.
A : (geleng-geleng)
M : Nanti kita main yang lain aja, masak-masakan mau?
A : (geleng-geleng)
M : Yaudah mama setel alarm ya, kalo udah bunyi berarti nenennya udah yaa
A : (geleng-geleng)
M : Nanti kalau alarmnya bunyi, kita main aja yuk. Dedek mau main apa? Masak-masakan atau mobil-mobilan?
A : Macak-macakan aja
M : Okeeey...
Alhamdulillah, berhasil!
Lima menit kemudian alarm HP berbunyi, ia pun langsung merangsek turun dari kasur dan menuju ruang tamu tempat mainan masak-masakannya berada. Mamapun bisa meninggalkannya sejenak untuk menunaikan sholat Maghrib.
#hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Kesabaran si Sulung
Kehadiran
adik seringkali membuat perhatian kepada anak pertama menjadi lebih
sedikit dibanding saat mereka masih menjadi anak satu-satunya. Salah
satunya kejadian Sabtu siang.
Sekitar pukul 11, si bungsu merengek minta ditemani tidur siang. Menjelang dzuhur merupakan waktu-waktu si bungsu mengantuk. Seperti biasa, Medina tidur harus sambil disusui karena masih belum sukses disapih.
Selagi menunggui adeknya tertidur, Mama minta tolong kepada mbak Dinda untuk bermain sendiri. Awalnya ia menurut, tetapi mungkin karena bosan, 10 menit kemudian ia sudah merajuk minta ditemani bermain di ruang keluarga. Saat itu adeknya belum benar-benar tertidur
Mama pun meminta kesediaannya untuk menunggu sekitar 10 menit lagi. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Ia pun mulai merengek. Dari kejadian-kejadian sebelumnya, biasanya si kakak akan menangis dan diakhiri dengan terbangunnya adek alias tidak jadi tidur. Mamanya pun akan sedikit mengomel ke si kakak
Namun kali ini mama mencoba melakukan komunikasi produktif dengan mengatur intonasi suara dan gunakan nada bicara yang ramah. Mama mengajak ngobrol kakak, apa yang ia inginkan sekarang.
M : Mba, tunggu sebentar dulu yaa, ini lihat dedeknya belum bobo. 10 menit lagi yaa
K : Ga mau, maunya sekarang, di depan TV ajaa! (mulai menunjukkan tanda mau menangis)
M : Kalo mau main sama Mama, mainnya di tempat tidur aja ya. mau?
K : Ga mauu!
M : Kalo main tebak-tebakan aja mau?
K : Tebak-tebakan apa? (Kakak mulai penasaran, karena belum pernah main ini sebelumnya)
Drama diakhiri dengan mama dan kakak maen tebak-tebakan di kamar sampai adeknya sudah tertidur pulas. Alhamdulillah.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Sekitar pukul 11, si bungsu merengek minta ditemani tidur siang. Menjelang dzuhur merupakan waktu-waktu si bungsu mengantuk. Seperti biasa, Medina tidur harus sambil disusui karena masih belum sukses disapih.
Selagi menunggui adeknya tertidur, Mama minta tolong kepada mbak Dinda untuk bermain sendiri. Awalnya ia menurut, tetapi mungkin karena bosan, 10 menit kemudian ia sudah merajuk minta ditemani bermain di ruang keluarga. Saat itu adeknya belum benar-benar tertidur
Mama pun meminta kesediaannya untuk menunggu sekitar 10 menit lagi. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Ia pun mulai merengek. Dari kejadian-kejadian sebelumnya, biasanya si kakak akan menangis dan diakhiri dengan terbangunnya adek alias tidak jadi tidur. Mamanya pun akan sedikit mengomel ke si kakak
Namun kali ini mama mencoba melakukan komunikasi produktif dengan mengatur intonasi suara dan gunakan nada bicara yang ramah. Mama mengajak ngobrol kakak, apa yang ia inginkan sekarang.
M : Mba, tunggu sebentar dulu yaa, ini lihat dedeknya belum bobo. 10 menit lagi yaa
K : Ga mau, maunya sekarang, di depan TV ajaa! (mulai menunjukkan tanda mau menangis)
M : Kalo mau main sama Mama, mainnya di tempat tidur aja ya. mau?
K : Ga mauu!
M : Kalo main tebak-tebakan aja mau?
K : Tebak-tebakan apa? (Kakak mulai penasaran, karena belum pernah main ini sebelumnya)
Drama diakhiri dengan mama dan kakak maen tebak-tebakan di kamar sampai adeknya sudah tertidur pulas. Alhamdulillah.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Jumat, Maret 29, 2019
Yuk, rapiin yuuuk..
Biasanya, Medina langsung menumpahkan sekeranjang mainan lego tanpa membereskan mobil-mobilan yang masih berserakan di lantai. Mama pun dengan sigap langsung mempraktekan materi komunikasi produktif kepada anak.
Mama: Wah, dedek udah bosan ya maen mobil-mobilannya? Sekarang mau maen lego?
Adek : Iya
Mama : Tapi kalo mau maen lego ga ada tempat, kan mobil-mobilannya masih berantakan nih di lantai. Gimana ya?
Adek tampak berpikir sebentar
Tiba-tiba,
Adek : Yuk, rapiin yuk..
Mama : Yuuuuk...
Akhirnya dengan senang hati Medina, dibantu Mama dan mbak Dinda memasukkan kembali berbagai macam mainan kendaraan ke dalam tempatnya kembali.
Setelah itu, baru deh legonya ditumpahin ke lantai.
Misi berhasil ^_^
#hari2
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Mama, Aku juga bisa lho...
"Anak meniru apa yang orang tua lakukan, bukan yang orang tua katakan"
Setiap malam sekitar pukul 8 setelah makan malam biasanya saya mencuci piring-piring kotor. Kebetulan semalam ayah anak-anak pulang malam, jadi anak-anak tidak ada yg menemani bermain. Bisa ditebak, anak-anak pun ingin ikut membantu mamanya mencuci piring.
Si adek langsung merengek minta digendong dengan tujuan ingin membantu membilas sendok-sendoknya. Dibujuk untuk bermain yang lain saja, tapi tetep kekeuh minta digendong.
Karena merasa kesulitan membilas dan mencuci dengan menggunakan satu tangan, akhirnya saya pun berkompromi dengan si adek. Adek boleh membantu mama mencuci piring dengan syarat tidak sambil digendong, tapi adek pakai kursi sendiri dan harus berhati-hati. si Adek pun dengan senang hati menyetujuinya. Mama bisa meneruskan mencuci piring kembali, si adek pun bisa bermain air.
Win-win solution~
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Setiap malam sekitar pukul 8 setelah makan malam biasanya saya mencuci piring-piring kotor. Kebetulan semalam ayah anak-anak pulang malam, jadi anak-anak tidak ada yg menemani bermain. Bisa ditebak, anak-anak pun ingin ikut membantu mamanya mencuci piring.
Si adek langsung merengek minta digendong dengan tujuan ingin membantu membilas sendok-sendoknya. Dibujuk untuk bermain yang lain saja, tapi tetep kekeuh minta digendong.
Karena merasa kesulitan membilas dan mencuci dengan menggunakan satu tangan, akhirnya saya pun berkompromi dengan si adek. Adek boleh membantu mama mencuci piring dengan syarat tidak sambil digendong, tapi adek pakai kursi sendiri dan harus berhati-hati. si Adek pun dengan senang hati menyetujuinya. Mama bisa meneruskan mencuci piring kembali, si adek pun bisa bermain air.
Win-win solution~
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
Langganan:
Komentar (Atom)
Melatih Kemandirian Anak - Day 4
Masih melanjutkan cerita melatih Toilet Training Medina. Kondisi saya sebagai working mom sedikit banyak berpengaruh pada proses Toilet T...










